Lobster Air Tawar Manggala

Budidaya Lobster Air Tawar RedClaw
manggala

konsultasi dan Edukasi
β€ŒGratis

Info Kantor
Jl terompet 14 blok K no 146 B
β€ŒPerumnas antang - Manggala
β€ŒKota Makassar 90234
β€ŒTelepon : 0822 5953 5848
  • Klik on board
    > Untuk melihat akun dan mengikuti kami di facebook, ketuk ikon aplikasi Facebook
    > Untuk melihat akun dan follow kami di instagram, ketuk ikon aplikasi instagram
    > Untuk melihat kanal yuotube kami, ketuk ikon aplikasi youtube ( jangan lupa subcribe dan like)
    > Untuk mengirim pesan dan konsultasi dengan kami, ketuk ikon aplikasi whattsap dan messenger
    > Untuk mengetahui lokasi Farm kami, ketuk ikon maps

πŸ’₯πŸ’₯ klik link untuk tonton video πŸ’₯πŸ’₯
β€Œ                                πŸ‘‡πŸ‘‡  
β€Œ
β€Œ
β€Œ         BUDIDAYA LOBSTER AIR TAWAR JENIS REDCLAW

β€Œ   Lobster air tawar termasuk jenis udang-udangan ( Crustaceae) yang memiliki ukuran tubuh relatif agak  besar dan memiliki siklus hidup hanya di lingkungan air tawar.
Habitat asli lobster air tawar adalah danau, rawa-rawa dan daerah sungai yang banyak terdapat tempat berlindung atau persembunyian dan aliran air yang tidak begitu deras.
Budidaya lobster air tawar sudah lama dibudidayakan di habitat aslinya,Queensland  Australia dan perairan Amerika Serikat. Di Indonesia budidaya lobster air tawar mulai berkembang pada tahun 2003. Lobster air tawar tidak hanya dijadikan sebagai udang konsumsi tetapi juga dijadikan sebagai udang hias di akuarium.

 Habitat dan Penyebaran

    Pada dasarnya lobster air tawar terdiri dari tiga keluarga besar, yaitu Astacidae, Cambaridae, dan Parastacidae.
Secara alami, keluarga lobster air tawar tersebut menyebar hampir di semua benua kecuali Afrika dan Antartika, meskipun di kedua benua tersebut pernah ditemukan fosilnya. Keluarga Astacidae banyak ditemukan di perairan bagian barat Rocky Mountains. Di barat laut Amerika Serikat sampai Kolombia,Kanada, dan juga di Eropa.
Keluarga Cambaridae banyak ditemukan di bagian timur Amerika Serikat ( 80 % dari jumlah spesies) dan bagian selatan Meksiko. Sementara keluarga Parastacidae ditemukan banyak hidup di perairan ( Australia), Selandia Baru ,Amerika Selatan, dan Madagaskar.
Secara umum, habitat asli lobster air tawar adalah danau, rawa, atau sungai air tawar yang hanya terletak di kawasan perairan Papua, Papua Nugini, dan negara-negara bagian Australia.
Habitat berupa danau, rawa, atau sungai yang biasa ditempati dalam melaksanakan siklus hidup lobster air tawar adalah habitat yang memiliki ciri-ciri khusus, seperti bagian tepinya relatif dangkal dilengkapi dasar yang terdiri dari campuran lumpur, pasir, dan bebatuan. Di samping itu, habitat alam yang selalu ditempati lobster air tawar juga harus dilengkapi tumbuhan air atau tumbuhan darat yang memiliki akar atau batang terendam air dan daunnya berada di atas permukaan air. Berkaitan dengan kondisi lingkungan habitat alami, beberapa spesies lobster air tawar hidup dengan suhu air minimum 9Β° Celcius.
Meskipun demikian, banyak pula spesies lobster air tawar hidup dengan suhu air 26βˆ’30Β° C, seperti habitat yang terletak di daerah dataran rendah.β€Œ
Anggota famili Crustaceae ini masih memiliki peluang dibudidayakan sebagai salah satu komoditas perikanan andalan. Selain karena harga jualnya tinggi, saat ini permintaan pasarnya pun cukup tinggi.
Budidaya lobster air tawar relatif mudah jika dibandingkan dengan sesama udang-udangan yang lain. Kelebihan lobster air tawar adaIah tidak mudah terserang penyakit, pemakan segala ( omnivora), pertumbuhannya relatif cepat, serta memiliki daya bertelur tinggi.
Permintaan pasar untuk lobster air tawar cukup tinggi, namun hingga kini produksinya belum dapat memenuhi kebutuhan pasar. Hal ini disebabkan belum banyak petani yang membudidayakan lobster air tawar.

Selama ini petani lebih berorientasi untuk memenuhi permintaan lobster hias. Petani yang sudah mencoba membudidayakannya masih terbatas di kota-kota besar seperti Aceh, Medan, Padang, Jakarta, Surabaya, Bali, makassar dan palu. di samping permintaan pasar dalam negeri, prospek pasar luar negeri masih sangat terbuka lebar. Negara Korea setiap bulannya meminta 15 ton, sementara hingga kini Indonesia hanya mampu mengekspor 2,5 persen dari permintaan tersebut. Selain Korea, permintaan lobster air tawar juga datang dari Hongkong, Jepang, Perancis, Belanda, Jerman, Luxemburg, kanada dan Belgia.
Tingginya permintaan lobster air tawar berhubungan dengan tujuan utama lobster air tawar tersebut dibudidayakan, yakni untuk dikonsumsi.
Saat ini yang menjadi kendala dalam melakukan kegiatan budidaya lobster air tawar adalah indukan yang masih harus didatangkan dari luar negeri.
Meskipun di Indonesia sudah ada yang menyediakan induk untuk dibudidayakan, jumlahnya masih belum mencukupi dan strain lobstemya masih terbatas.
Sementara itu, untuk mendatangkan indukan dari luar negeri membutuhkan biaya ekstra. Selain itu teknik budidaya lobster air tawar juga masih baru, sehingga ada tantangan untuk menekuni dan mengembangkannya.
Pada dasarnya, pembesaran lobster air tawar jauh lebih mudah daripada pembenihannya. Besarnya keuntungan budidaya lobster air tawar sangat tergantung pada teknik dan strategi yang dilakukan oleh pembudidaya, baik teknik dan strategi dalam hal pembibitan, pembesaran lobster, pemanenan, pemasaran, maupun efisiensi biaya untuk produksi.
Pembesaran lobster air tawar dapat dilakukan di akuarium, kolam terpal, kolam semen ( beton) ataupun tambak ( kolam tanah).
   Lobster RedClaw pada umumnya bersifat kanibalisme, mampu memakan sesama jenis.
Saat lobster melakukan pergantian kulit (moulting) tubuhnya lembek dan lemas ( loyo) serta menimbulkan aroma yang amis, sehingga dapat mengundang lobster lain untuk datang memangsanya.
Selain itu, hal ini terjadi ketika jumlah pakan yang tdak mencukupi kebutuhan dan pertumbuhan tidak sesuai misalkan kepadatan ( jumlah) lobster dalam kolam budidaya.
Saat lobster dalam proses moulting membutuhkan pasokan oksigen dalam air  yang tersedia cukup baik dan terjaga, agar dalam proses moulting lobster tidak lemas dan aktif bergerak.

β€Œ   Dalam siklus hidup lobster, pertumbuhan hanya terjadi di bagian tubuhnya, tidak termasuk di bagian cangkangnya.
Cangkang tersebut tidak akan muat ketika tubuh lobster semakin bertambah besar. Lobster perlu membuang cangkangnya dan menggantinya dengan cangkang baru. Proses pergantian kulit tersebut dikenal dengan istilah moulting. Pergantian kulit tersebut dimulai sejak lobster masih berukuran kecil. Pada masa pertumbuhannya, lobster mengalami pergantian cangkang berulang-ulang dan akan semakin berkurang frekuensinya seiring dengan bertambahnya umur lobster.
Frekuensi moulting tergantung umur serta jurnlah dan mutu makanan yang diserap. Lobster muda lebih sering mengalami moulting dibandingkan dengan lobster dewasa karena masih dalam masa pertumbuhan. Lobster yang mendapat pasokan makanan cukup dan berkualitas akan lebih cepat melakukan proses moulting.
Selain faktor umur dan makanan, faktor kualitas lingkungan juga bisa mempengaruhi frekuensi moulting. Suplai oksigen yang sangat sedikit, suhu air yang terlalu tinggi, dan adanya timbunan zat-zat beracun dalam air akan membuat pertumbuhan lobster terhambat. Otomatis frekuensi moulting juga terhambat.β€Œ
Aerasi ( sirkulasi) dalam kolam sangat berperan penting dalam budidaya untuk tumbuh kembang dan perkawinan lobster. oksigen yang dibutuhkan oleh lobster hanya 1 ppm terbilang sedikit dibandingkan ikan yang membutuhkan oksigen 5 - 8 ppm.
Ketersediaan oksigen yang mencukupi dalam kolam berpengaruh besar terhadap aktivitas lobster dalam mencari makan dan mencari pasangan untuk kawin, sampai proses gendong telur.
Jika listrik padam.cadangan oksigen dalam kolam lobster apabila aerasi ( sirkulasi  kolam) terbilang baik, dapat bertahan selama 1 - 2 hari.

Klasifikasi lobster air tawar adalah sebagai berikut:

Filum :        Arthropoda
Kelas :         Crustacea
Subkelas :   Malacostraca
Ordo :          Decapoda
Farnili :        Parastacidae
Genus :        Cherax
Species :      Cherax quadricarinatus

Morfologi Lobster Air Tawar

β€Œ   Tubuh lobster terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian depan yang terdiri dari kepa!a dan dada yang disebut chepalothorax. Sementara bagian belakang terdiri dari badan dan ekor yang disebut abdomen.
Cangkang yang menutupi kepa!a disebut karapak ( carapace) yang  berperan dalarn melindungi organ tubuh, seperti otak, insang, hati, dan lambung.
Karapak berbahan zat tanduk atau kitin yang tebal dan merupakan nitrogen polisakarida yang disekresikan oleh kulit epidermis dan dapat mengelupas saat terjadi pergantian cangkang tubuh ( moulting) Kelopak kepala bagian depan disebut rostrum atau cucuk kepala Rostrumnya hampir berbentuk segitiga memipih, lebar, dan terdapat duri di sekelilingnya.
Kepala lobster terdiri atas enam bagian ruas. Pada ruas pertama terdapat sepasang mata bertangkai dan bisa digerak-gerakkan. Pada ruas kedua dan ketiga terdapat sepasang sungut kecil ( antennula) dan sungut besar ( antenna) Sepasang antennula untuk mencium pakan sedangkan sepasang antenna berperan sebagai perasa dan peraba terhadap pakan dan kondisi lingkungan.
Untuk ruas keempat, kelima, dan keenam terdapat rahang ( mandibulla), maxilla 1, dan maxilla II. Ketiga bagian ini berfungsi sebagai alat makan. Di bagian kepala terdapat lima pasang kaki ( periopod). Kaki pertama, kedua, dan ketiga mengalami perubahan bentuk dan fungsi menjadi capit ( chela). Capit pertama berfungsi sebagai senjata untuk menghadapi lawan. Kadang kala capit tersebut juga digunakan untuk menangkap mangsa yang bergerak lebih cepat. Capit kedua dan ketiga digunakan sebagai alat yang berfungsi seperti tangan, yaitu menyuapi mulut ketika makan, sementara dua pasang kaki lainnya digunakan sebagai alat untuk bergerak atau sebagai kaki jalan ( walking legs). Di bagian abdomen terdapat empat pasang kaki renang yang terletak di masing-masing ruas. Kaki-kaki tersebut berfungsi sebagai kaki renang ( swimming legs). Sementara bagian ekor terdiri dari dua bagian, yaitu ekor kipas ( uropoda) dan ujung ekor ( lelson) Fungsi utama ekor ini adalah untuk mendayung pada saat lobster berenang mundur. Gerakan dayung
dimungkinkan dengan kehadiran otot besar pada abdomen, sehingga membuat lobster dapat berenang mundur dengan cepat. Secara normal lobster berjalan perlahan-lahan dengan kakinya, tapi bila terganggu mereka akan reflek menggunakan ekornya untuk berenang mundur dengan cepat yang tampak seperti serangkaian lompatan-lompatan mundur untuk menghindari bahaya yang mengancamnya.
Secara khusus, ciri-ciri morfologi lobster air tawar capit merah ( red claw) adalah warna tubuhnya biru kehijauan dengan warna dasar bagian atas capit berupa garis merah tajam, terutama pada induk jantan yang telah berumur lebih dari tujuh bulan. Selain itu, memiliki duri-duri kecil yang terletak di atas seluruh permukaan capit yang dilengkapi duri berwarna putih di atas permukaan setiap segmen capit.
Dalam proses budidaya lobster kendala terbesarnya adalah pemeliharaan burayak lobster sampai ukuran 1 inci, sangat rentan resiko kematian dan bahkan tidak banyak yang sampai ukuran 1” ( inci) dalam 1 indukan lobster betina. Pemeliharaan dan perawatan burayak memang agak sulit, namun dengan teknik budidaya yang baik dalam pemeliharaan burayak sehingga dapat meminimalkan kematian burayak ( anakan ).
Lobster air tawar jenis RedClaw ( cakar merah) atau biasa disebut crayfish (udang kara) masuk dalam genus Cherax (udang), bahasa latin dari RedClaw adalah Cherax Quadrycarinatus, Habitat mereka kebanyakan di Perairan seperti danau atau Rawa yang aliran airnya tidak terlalu deras.
β€Œ
β€Œ
    https://www.facebook.com/share/r/p9QycWqQ1GVJYbnP/?mibextid=D5vuizβ€Œβ€Œ
β€Œ

β€Œβ€ŒLobster air tawar jenis Redclaw bisa dibudidayakan di kolam tanah, kolam beton ( semen), kolam terpal dan Akuarium.
Redclaw dapat hidup dan berkembang biak di dalam kolam yg PH airnya berkisar antara 7 - 8,5. pemeliharaan dan pemberian pakan tidak begitu sulit karena kebutuhan Air dan pakan hanya sedikit yang digunakan.

β€ŒPakan/makanan yang dibutuhkan oleh Redclaw banyak tersedia disekitar kita,contohnya :

Pakan nabati :

1. Kangkung
2. Bayam
3. Sawi hijau dan putih
4. Selada
5. kecambah (toge)*
6. Wortel*
7. Kentang*
8. Ubi kayu (singkong)*
9.Ubi jalar*
10.Tahu putih
β€Œ11. buah - buahan ( pepaya, semangka, tomat, dll)

Pakan Hewani :

1.keong sawah
2.Cacing tanah , cacing sutra
3. Siput kecil
β€Œ4. ikan - ikan kecil ( teri,Guppi,Cere)
β€Œ5. udang
β€Œ6. Daging ( ayam, sapi, kambing, dll)
7. Pelet tenggelam

Biji - Bijian :
β€Œ
1.kacang ijo
2.kacang kedelai*
3.Kacang merah
4.Kacang panjang
5.Buncis
6. Jagung muda
β€Œ Dst   .....

Keterangan :  ( * = direbus sebentar agar lembek)
β€Œ
β€Œ
       https://www.facebook.com/share/r/sEJWEsicVcfHr1sk/?mibextid=D5vuiz



Di habitat aslinya, lobster air tawar aktif mencari pakan di malam hari
( nocturnal). Pakan lobster air tawar biasanya berupa biji-bijian, ubi-ubian, dan bangkai hewan.
Cara memakan pakan menggunakan tahapan kerja, antena panjang
mendeteksi pakan terlebih dahulu. Jika bahan pakan tersebut sesuai keinginannya, lobster akan menangkapnya menggunakan capit, selanjutnya menyerahkannya kepada kaki jalan pertama sebagai tangan pemegang pakan yang akan dikonsumsi.
Lobster air tawar memiliki gigi halus yang terletak di permukaan mulut, sehingga cara memakan pakannya sedikit demi sedikit.
Lobster memakan bahan hewani seperti cacing sutera, cacing air, cacing tanah, dan plankton. Sementara bahan nabati yang sering dimakan oleh lobster adalah tanarnan air seperti lumut dan akar selada air. Selain pakan alami segar,
temyata lobster air tawar juga menyukai pakan buatan, terutama pelet. Jika dibandingkan dengan ukuran tubuhnya yang besar, kebutuhan pakan lobster
sebenarnya sangat sedikit, yaitu hanya berkisar 2βˆ’3 gram per ekor lobster dewasa per hari.
Kebutuhan pakan tersebut digunakan untuk pertumbuhan, pergantian sel-sel yang rusak, dan perkembangbiakan.β€Œ
β€Œβ€ŒLobster air tawar jenis Redclaw ( cherax Quadricarinatus) adalah hewan Air yang tidak memiliki tulang belakang ( avetebrata), yang memiliki sifat pemakan segala atau Omnivora.
Keunikan lobster air tawar yaitu mereka hanya berkeliaran pada malam hari.
Lobster hanya perlu diberi makan di pagi dan malam hari.
Pemberian pakan pada malam hari perlu ditambahkan/diperbanyak karena lobster  hidupnya Nokturnal, yaitu hewan yang aktif di malam hari yang mencari makan, kawin, dan bergerak mempertahankan hidup.
Pada siang hari umumnya lobster akan suka mencari tempat persembunyian, kita harus membuatkan tempat sembunyi ( selter) dalam kolam/media jika kita akan membudidayakannya.
Seperti potongan pipa paralon, bebatuan, potongan bambu, genteng, ijuk ataupun tali rapia.
Lobster air tawar jenis Redclaw atau biasa di juluki Yabby australia.
Disebut Redclaw karna lobster air tawar dewasa jenis ini mempunyai warna merah pada capit bagian luarnya, khususnya pada lobster air tawar jantan.
Ciri fisik lain dari RedClaw adalah tubuhnya berwarna biru kehijauan ataupun kebiru - biruan, dengan motif merah seperti batik dan berbintik putih.
Lobster air tawar jenis inilah yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia Untuk dikonsumsi, karena pertumbuhan lobster air tawar jenis ini tergolong cepat.
Lobster air tawar masuk dalam kategori rendah kalori dan lemak, serta menjadi sumber yang baik untuk konsumsi vitamin.
Kandungan gizi lainnya yakni ada biotin, kalsium, zat besi, niacin, fosfor, protein, vitamin A, B6, dan B12.
β€Œ
β€Œ
    https://www.facebook.com/share/r/dcxB7RYpXk5m9pHR/?mibextid=D5vuizβ€Œ
β€Œ
β€Œ
Dalam budidaya lobster air tawar jenis ini, media/kolam yang dapat digunakan yaitu Kolam Terpal, kolam semen, dan kolam tanah.
Dalam budidaya, diperlukan peralatan pendukung untuk menunjang keberhasilan budidaya.
Diantaranya lubang persembunyian ( selter), media penyaring kotoran kolam ( saringan kolam), pompa air celup dan aerator sebagai penyuplai oksigen serta menjaga kualitas air kolam.
Air menjadi kebutuhan utama dalam budidaya lobster, selain sebagai
media internal, air juga sebagai media ekstemal bagi lobster. Sebagai media
internal, air berfungsi sebagai pengangkut bahan pakan dan memperlancar
metabolisme dalam tubuh lobster. Sebagai media ekstemal, air berfungsi sebagai habitat lobster sehingga tanpa air, tidak mungkin lobster bisa hidup.
Kualitas air yang baik ini minimal mengandung oksigen terlarut sebanyak lebih 5 mg/1.
Oksigen terlarut ini dapat ditingkatkan dengan menambah oksigen
ke dalam air dengan menggunakan aerator atau air yang terus mengalir. Kelebihan plankton dapat menyebabkan kandungan oksigen di dalam air menjadi berkurang.
Maka dengan itu plankton dalam kolam harus selalu dipantau. Kandungan amoniak yang tinggi pada air dapat membuat lobster tidak dapat bertahan hidup. Kandungan amoniak sebaiknya kurang dari 0,05 mgll. Pakan yang tidak habis dimakan lobster dapat membusuk di dasar kolam dan menjadi busuk. Busuknya
pakan ini akan meningkatkan amoniak terutama pakan yang berasal dari pelet komersial. Keasaman air atau biasanya disebut dengan pH yang baik untuk
budidaya lobster air tawar adaIah stabil diantara 7 - 8,5. Keasaman ini dapat dijaga dengan total alkalinitas, jumlah plankton yang tidak berlebihan dan kebersihan dari dasar kolam. Keasaman yang tinggi ini juga dapat dilakukan penggantian sebagian dari air pada kolam tersebut.
Kekeruhan air ini dapat dipantau dengan menggunakan piringan seeci pada kedalaman antara 20 - 40 cm. Kekeruhan air ini juga bisa disebabkan oleh plankton yang berlebihan seperti phytoplankton. Untuk mengatasi kelebihan plankton ini adaIah dengan mengurangi nutrisi yang dimasukkan ke dalam kolam tersebut atau dengan mengganti air yang ada.
Tingkat keasinan air atau salinitas dalam budidaya air tawar ini sebaiknya tidak melebihi 5 ppt. Semakin asin air maka tingkat pertumbuhan juga akan semakin
melambat hal ini ditandai dengan semakin jarangnya lobster mengganti kulit.
Lobster air tawar akan tumbuh optimal bila salinitas air menunjukkan 0 ppt.
Lobster air tawar juga toleran terhadap suhu sangat dingin mendekati beku hingga suhu diatas 35Β°C. Meskipun demikian, untuk lobster daerah tropis hendaknya dipelihara pada kisaran suhu 24 - 30Β°C.
Pertumbuhan optimum akan dapat dicapai apabila mereka dipelihara pada kisaran suhu 25 - 29Β°C
Sumber air yang dapat digunakan untuk memelihara lobster air tawar jenis ini adalah Air tanah (sumur bor atau sumur buatan), air PDAM, dan air sungai.
Sebelum penggunaan air tanah, sebaiknya di endapkan terlebih dahulu selama 24 jam agar kadar oksigen yang terlarut dalam Air meningkat.
Air tanah juga memiliki tingkat derajat keasaman ( PH) yang cenderung asam.
Sementara air PDAM memiliki keasaman yang relatif stabil, namun air PDAM mengandung zat klorin dan kaporit yang sangat tinggi sehingga sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup lobster air tawar.
Air PDAM harus di diamkan ( di endapkan) selama kurang lebih 24 jam agar kaporit dan zat klorinnya menguap, sedangkan air sungai memiliki PH yang stabil serta kandungan oksigen yg terlarut dalam air berlimpah.
Bila menggunakan air sungai, maka lokasi budidaya harus berada dekat dengan bantaran sungai.
Namun kualitas Air juga harus diperhatikan jangan sampai air sungai tersebut tercemar atau mengandung limbah, baik limbah rumah tangga maupun limbah industri.β€Œ
β€Œ
β€Œ
     https://www.facebook.com/share/r/efQHCKE4QBTqiHZM/?mibextid=D5vuizβ€Œ


β€ŒA. Perbedaan Jantan dan Betina

Untuk membedakan antara lobster air tawar Redclaw jantan dan betina.
Meskipun secara penampilan lobster RedClaw betina dan jantan sangat mirip, namun ada beberapa perbedaan yang mencolok.
Perbedaan pertama adalah pada capit (chela) agak besar dan tepi bagian luar terdapat warna merah yang menandakan lobster tersebut adalah lobster jantan.
Sedangkan capit lobster betina berukuran agak kecil dan tidak terdapat warna merah pada capitnya.
Namun jika lobster betina memiliki bercak merah pada capitnya menandakan individu interseks ( gender ganda).
Kedua yaitu warna tubuh lobster tersebut, RedClaw jantan akan memiliki warna tubuh yang lebih cerah bila dibandingkan dengan Redclaw betina. warna tubuh lobster akan semakin terlihat ketika lobster tersebut siap kawin, warna tubuh jantan akan semakin cerah dan indah.
β€Œ
β€Œ
   https://www.facebook.com/share/r/zQWCqzGy8nwGN1DJ/?mibextid=D5vuizβ€Œ
β€Œ
β€Œ
Cara terakhir dan terpenting adalah dengan melihat alat kelaminnya ( gonopore).
Cara ini lebih ampuh dibandingkan dengan kedua cara seperti diatas, dengan tingkat kepastian 100 %.
Untuk melihat gonopore, yang harus dilakukan adalah dengan cara menangkap lobster tersebut dengan kedua tangan.
Satu tangan memegang karapaksnya dan tangan lain memegang bagian perut atau bagian ekornya agar tdak berontak, kemudian perhatikan bagian pangkal kaki jalan lobster tersebut.
Lobster jantan memiliki gonopore ( alat kelamin) berbentuk cetakan/benjolan pada pangkal kaki jalan ke - 5, sedangkan lobster betina memiliki gonopore dengan bentuk lingkaran agak cembung dengan lubang kecil ditengahnya pada bagian pangkal kaki jalan ke - 3.
Penghitungan kaki jalan di mulai dari capit sebagai kaki jalan pertama diikuti kaki jalan berikutnya sebagai nmor 2, 3, 4 dan 5.
Dengan memperhatikan letak gonopore, pembudidaya tdak akan salah dalam membedakan lobster Redclaw jantan dan betina.
Perbedaan lainnya adalah lobster betina yang memiliki kaki renang ( pleopoda) yg lebih panjang dari lobster jantan.
Pleopoda yang panjang pada lobster betina berfungsi untuk mengumpulkan dan memegang telurnya pada saat telur dikeluarkan dari gonopore dalam proses pemijahan (kawin).
Kanibalisme dominan lebih tinggi pada kolam lobster betina bila dibandingkan dengan kolam jantan.
Hal tersebut dikarenakan lobster betina membutuhkan nutrisi dan protein tinggi yang cukup untuk melakukan proses kawin nantinya.
β€Œ Lobster betina pada umumnya akan memilih sang pejantan untk melakukan proses kawin,bila lobster betina tdak menyukai jantan yang mendekatinya maka lobster betina tersebut akan memilih jantan yang lain sebagai pasangannya.
Bila sang betina tidak menyukai salah satu lobster jantan dalam kolam pemijahan ( kawin), indukan betina tdak akan melakukan proses kawin.
bila hal tersebut terjadi, maka kita harus segera mengganti atau menambahkan indukan lobster jantan ke dalam kolam/media pemijahan.
Proses pemijahan berhasil ditandai dengan terlihatnya telur di perut bagian bawah perut indukan lobster betina.
β€Œ
β€Œ
     https://www.facebook.com/share/r/rKAB6xQsDwmwXKqi/?mibextid=D5vuizβ€Œ


β€ŒB. Pemilihan indukan

Calon indukan yang akan dipijahkan telah berusia 10 - 12 bulan atau saat panjang tubuhnya mencapai 15 - 17 Cm ( 6 - 7 inchi).
Perlu diketahui, ada tiga kriteria lobster air tawar yang digunakan yaitu pilih benih ( anakan) yang pertumbuhannya sangat cepat ( ditandai dengan ukuran yang paling besar, misalnya selama 2 bulan melebihi ukuran 2 inchi) untuk dijadikan indukan.
Anakan yang pertumbuhannya sedang ( pertumbuhannya di usia 2 bulan berukuran 2 inci) Untuk pembesaran ( konsumsi) dan pertumbuhan anakan yg sangat lambat ( usia 2 bulan kurang dari 2 inci) bisa dijadikan hiasan. Calon indukan yang berkualitas adalah pertumbuhannya paling cepat, yang punya nafsu makan besar, gerakannya lincah dan berwarna cerah.
Calon indukan sangat berperan penting dalam proses pembenihan, karena hasil anakan ( benih) yang dihasilkan akan berpengaruh besar terhadap daya tahan hidup anakannya serta pertumbuhannya.
Khusus indukan betina pilih yang lubang genitalnya terbuka lebar, karna hal itu akan memudahkan pengeluaran telur saat proses pemijahan ( kawin).

Ciri Indukan Betina Lobster Air Tawar Yang baik :

● Berumur minimal 10 - 12 bulan
● ukuran kepala agak lebih kecil dari badannya ( abdomen)
● Memiliki berat rata-rata 60 - 80 gram
● Alat kelamin ( gonopore) yang normal, terdapat lubang di pangkal kaki ketiga untuk mengeluarkan telur
● lubang genitalnya terbuka lebar
● sehat, tidak cacat dan agresif
● struktur warna tubuhnya cerah

Ciri indukan jantan :

● berumur 10 - 12 bulan
● ukuran kepala agak lebih besar dari badannya
● memiliki berat 65 - 90 gram
● Alat kelamin ( Gonopore) yang normal, terdapat pada pangkal kaki kelima berupa cetakan/benjolan
● sehat, lengkap anggota tubuhnya dan aktif pergerakannya
● warna tubuhnya cerah 

Di alam, puncak musim kawin hewan berjuluk udang karang itu terjadi 2 kali setahun yakni bulan September dan April.
Crayfish ( udang karang) menyukai lingkungan bersuhu 20 - 24 Β°C, PH ( keasaman air) 7 - 9 dan kandungan mineral-mineral tertentu dalam Air ( kesadahan Air) 10 - 20Β°
β€Œ
β€Œ
     https://www.facebook.com/share/r/ncPqpcwLLFLg1auR/?mibextid=D5vuizβ€Œ


β€ŒC . Pemijahan Indukan RedClaw

Setelah memilih indukan lobster yang akan ditebar dan dipijahkan ( dikawinkan) dalam media pemijahan. media yang akan kita gunakan haruslah telah tersedia beserta peralatan pendukung seperti, selter ( tempat sembunyi lobster) sesuai dengan ukuran indukan lobster dan di lebihkan dari jumlah indukan lobster , pompa celup akuarium mini untuk mencukupi oksigen dan sirkulasi Air kolam serta penyaring kotoran kolam ( filter kolam).

1. Media pemijahan

Ada beberapa macam media yang dapat kita gunakan yaitu Akuarium, bak plastik atau fiberglass, kolam terpal dan kolam semen.
Penggunaan akuarium sebagai media pemijahan indukan lobster air tawar dapat dibuat dengan panjang 1 meter, lebar 0.5 meter dan tinggi 0.4 meter.
Ketinggian Air maksimum dalam akuarium 25 cm. akuarium sebesar itu dapat kita gunakan untuk memijahkan 1 paket indukan lobster ( 5 betina + 3 jantan = 8 ekor) ukuran 6 inci.
Untuk penggunaan bak plastik ( fiberglass) pada prinsipnya sama dengan penggunaan akuarium.
Bahan fiberglass lebih tahan daripada kaca akuarium yang mudah pecah namun, harganya lebih mahal dibandingkan kaca akuarium.
Penggunaan media terpal untuk pemijahan indukan lobster dapat disesuaikan dengan luas ruangan yang ada, misalnya media terpal dengan ukuran panjang 2 meter dan lebar 1 meter dan tinggi 0.5 meter.
Ketinggian Air maksimal 20 cm.
Media terpal dengan ukuran tersebut dapat kita gunakan untuk memijahkan indukan lobster sebanyak 3 paket ( 15 betina + 9 jantan = 24 ekor) ukuran 6 - 7 inci.
Kekurangan dari media terpal yang kita gunakan yaitu, terjadi kebocoran ( rembesan air) pada media ( kolam) terpal akibat dari capitan indukan lobster pada terpal yang terdapat lipatan - lipatan yang muncul pada dasar kolam dan bagian sisi dalam kolam.
Perlu diperhatikan sewaktu memasang/meletakkan media terpal harus di permukaan yang rata agar tidak muncul lipatan, dan pemasangan Rangka kolam harus rapih agar media terpal terlihat bagus mengembang pada saat pengisian air kolam.
Untuk Rangka media terpal yg dapat kita gunakan, seperti kayu, bambu, pipa paralon ( pvc) dan besi CNP ( kanal C).
Kolam semen membutuhkan biaya yang sangat besar. karena itu, dalam budidaya lobster air tawar skala Rumah tangga ( Rumahan) Kolam semen hanya digunakan untuk memijahkan indukan lobster.
Ukuran 70Γ—70Γ—50 cm dengan ketinggian air sekitar 20 cm dapat kita gunakan untuk 1 paket ( 5 betina + 3 jantan = 8 ekor.
Bagian dinding sisi dalam kolam semen sebaiknya dilakukan pengacian (dihaluskan) agar indukan lobster tdak dapat memanjat dan keluar dari kolam pemijahan.
β€Œ
β€Œ
 β€Œ    https://www.facebook.com/share/r/uziNRRwr9FpEbV3G/?mibextid=D5vuiz


β€Œ2. Pemberian Pakan Bernutrisi

Indukan lobster air tawar ( Cherax Quadricarinatus) berkualitas adalah induk yang memiliki fekunditas (kemampuan reproduksi) yang tinggi, dapat bertelur beberapa kali, serta menghasilkan benih yang berukuran besar dan sehat.
β€Œpemberian pakan bernutrisi dengan kombinasi lengkap sangat berperan penting untuk mempercepat kematangan gonad, meningkatkan nilai fekunditas atau jumlah telur yang dikeluarkan lebih banyak, serta meningkatkan derajat penetasan (Tingkat penetasan). 
β€ŒPemilihan
pakan alami yang memiliki kualitas nutrisi yang tinggi, murah, serta mudah didapatkan disekitar.
Pakan alami tersebut antara lain, seperti tauge, cacing tanah, ubi jalar putih dan keong sawah.
β€Œpakan menjadi faktor pembatas untuk reproduksi secara optimal karena kurang tersedianya pakan buatan yang mampu meningkatkan kualitas indukan lobster air tawar. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian pakan dalam nutrisi yang lengkap, Jumlah yang sesuai, dan berkualitas baik.
β€Œ
β€ŒTauge merupakan perkecambahan dari kacang hijau yang mengandung vitamin dan mineral.
β€ŒVitamin yang ditemukan dalam tauge adalah vitamin C, A, E dan K.
β€ŒMineral yang ditemukan adalah kalsium, besi, magnesium dan fosfor. kandungan lain dalam tauge yaitu a-tokoferol dapat memicu pemijahan kembali pada suatu induk dan mengurangi hambatan perkembangan embrio sehingga dapat meningkatkan derajat penetasan telur lobster.
β€Œ
β€ŒCacing tanah ( lumbricus rubellus) adalah Salah satu hewan yang memiliki protein yang sangat tinggi, yaitu protein ( 64 - 76 %), kalsium ( 0,55%), lemak. ( 7 - 10%) dan fosfor ( 1%).
β€Œ
β€ŒUbi jalar putih merupakan jenis ubi jalar yang memiliki warna daging yang umbinya putih, daging umbi lebih keras dan rasanya manis. bentuknya agak bulat dan permukaan kulitnya tidak rata. kandungan gizi ubi jalar putih dalam 100 gr mengandung 123 kalori, protein 0,87% , lemak 0,95%, karbohidrat 28,79% dan  Air 65,24%.
β€Œ
β€ŒKeong sawah ( pomacea canaliculata) memiliki kandungan protein ( 51%) dan lemak ( 13,61%) kandungan gizi keong sawah diketahui mengandung asam omega 3, 6, dan omega 9.
β€Œ
β€ŒKebutuhan nutrisi untuk indukan lobster antara lain, Protein 30 - 40%, Lemak 5%, Karbohidrat 20%, Vitamin 11% dan mineral 19 mg/100 gram.
β€Œβ€ŒPemilihan tauge, cacing tanah, ubi jalar putih dan keong sawah disebabkan keempat bahan tersebut memiliki kualitas nutrisi yang lebih tinggi, mudah diolah, murah serta mudah didapat.
β€ŒPemilihan bahan pakan tersebut menyesuaikan dengan kebiasaan makan dari lobster air tawar di alam yang bersifat omnivora seperti cacing, umbi, keong, dan biji-bijian.
Pemberian pakan pada indukan lobster umumnya 2 kali dalam sehari yaitu pagi hari dan sore hari. pemberian pakan pada indukan lobster pada pagi hari lebih sedikit jumlahnya dibandingkan dengan pemberian pakan pada waktu sore hari, karena aktifitas indukan lobster lebih banyak pada malam hari karna mereka adalah hewan nokturnal , yaitu hewan yang aktif di malam hari yang mencari makan, kawin, dan bergerak untuk mempertahankan hidup.
β€Œ
β€Œ
 β€Œ    https://www.facebook.com/share/r/Yg6Q283BAGMBJDs1/?mibextid=D5vuiz


β€Œ3. Proses Kawin Dan Bertelur


Pada pembahasan sebelumnya, indukan lobster air tawar yang telah dipilih untuk dikawinkan harus dalam kondisi prima ( sehat) agar dapat menghasilkan telur secara terus menerus.
Indukkan lebih aktif diharapkan perkawinan akan lebih cepat terjadi. perkawinan ini dapat dilakukan secara massal di kolam terpal atau kolam beton yang berukuran 2Γ—1 x 0.5 Meter, ataupun dengan ukuran yang berbeda sesuai dengan ketersediaan jumlah indukan.
Pada umumnya untuk kolam berukuran 2Γ—1 x 0,5 m ditebar indukan ( 5” - 6”) berisi 3 set yaitu 15 ekor betina dan 9 ekor jantan.
Lobster akan melakukan perkawinan pada suhu Air di atas 23βˆ’29Β°C dan optimum 27Β°C , cahaya minimal yang diperlukan dengan terang 12 jam dan gelap 12 jam.
Indukkan yang telah dimasukkan ke dalam kolam pemijahan akan memerlukan adaptasi terhadap lingkungan yang barunya. Indukan akan aktif berjalan-jalan di sekitar kolamnya.
Selama melakukan perkawinan ini pakan yang diberikan harus yang bergizi tinggi dan pemberian makan harus rutin.
Induk jantan yang sedang birahi akan terlihat aktif dan nyaman mendekati dan berkejar-kejaran dengan betina yang akan dikawini. Biasanya jantan akan bertingkah laku seperti kalajengking yang ekor dan capitnya diangkat sehingga tidak menyentuh dasar kolam. Sedangkan pada indukan betina yang matang gonadnya dan akan birahi, betina tersebut akan terlihat aktif membersihkan badannya ( perut) dengan pasangan kaki ke empat dan kelima, terutama kaki renangnya atau pleopods.
Betina tidak mudah menerima semua jantan yang akan memijahinya, bila jantan yang kelihatannya tidak kuat dan cacat maka jantan tersebut tidak akan dipilihnya. Induk jantan yang mempunyai capit tidak lengkap akan lebih sulit diterima oleh betina, lain halnya dengan betina yang mempunyai capit yang tidak lengkap. Betina yang hanya memiliki satu capit saja diyakini lebih mudah dikawini oleh indukan jantan.
Pada masa perkawinan bila jantan dan betina terlihat sering berdekatan dan saling bercumbu maka proses perkawinan akan terjadi dalam waktu dekat, apabila ada indukan lain yang mendekati indukan betina akan diusir oleh indukan jantan.
Proses perkawinan lobster ini berlangsung beberapa kali hingga terjadinya pembuahan. Dalam proses perkawinan indukan betina akan membalikkan badan hingga terlentang dan indukan jantan akan menaikinya dengan kedua capit, mencapit capit indukan betina. Induk jantan akan mengeluarkan spermanya dan indukan betina akan mengeluarkan indung telurnya ke bagian perut indukan betina. Sperma dan indung telur yang ada pada perut indukan betina akan langsung ditutupi oleh indukan betina rapat-rapat dengan menggunakan ekornya, hingga kipas ekornya menyentuh kaki kelima.
Pada umumnya jumlah telur yang dihasilkan induk betina tidaklah sama antara satu dengan yang lainnya.
Indukkan betina dengan berat 65 gram bisa menghasilkan 600 - 800 telur, tergantung kesehatan dari indukan tersebut. Pada masa inkubasi ( pengeraman) rata-rata telur bisa hilang sebanyak 30 persen.
Pada umumnya indukan betina yang baru bertelur mempunyai telur yang lebih sedikit, pada saat periode bertelur kedua dan selanjutnya jumlah telur yang dihasilkan akan maksimal.
Telur yang dikeluarkan indukan lobster betina pada proses pemijahan jumlahnya tdaklah sama dengan indukan betina lainnya dan proses keluarnya telurpun dari lubang genital betina secara bertahap. proses pembuahan indung telur yang dilakukan indukan lobster lebih dari satu kali, jumlah telur yang dihasilkan tergantung dari berat badan indukan lobster.
Rata - rata, jumlah awal telur yang dihasilkan oleh seekor indukan betina adalah 10 butir telur untuk setiap gram berat tubuhnya. Namun demikian, jumlah telur tersebut akan berkurang sebanyak 30 % pada masa pengeraman (inkubasi).
β€ŒDengan teknik budidaya yang memadai dan baik. Maka angka survival rate ( SR) atau tingkat hidup dalam proses pembibitan lobster air tawar dapat ditekan menjadi sekitar 5 - 10 %, yang pada akhirnya akan membuat jumlah akhir telur yang dihasilkan oleh seekor induk betina menjadi 7 butir telur dari setiap gram berat tubuhnya.

Contoh perhitungan :

Berat indukan betina = 65 gram
Perkiraan jumlah (awal) telur yang dihasilkan 65Γ—10 = 650 butir.
Dikurangi :
Asumsi presentase telur hilang pada masa inkubasi : 650Γ—30% = 195 butir
SR selama masa pembibitan : 650Γ—10% = 65 butir.
Jumlah ( akhir) telur yang dihasilkan :
650 - ( 195 + 65 = 260)
650 - 260 = 390 butir.

Dengan demikian, jumlah telur yang dihasilkan menjadi 390 butir yang akan menetas menjadi burayak ( benur) lobster dari indukan betina dengan berat badan 65 gram.
β€Œ
β€Œ
    https://www.facebook.com/share/r/WqhpQcnmzsu7ku8m/?mibextid=D5vuiz
β€Œ

β€ŒPada minggu pertama, telur berbentuk bulat dan berwarna gelap.

Pada fase ini sampai usia telur masuk ke minggu kedua akan berubah warna menjadi coklat kehitaman. sebaiknya indukan betina jangan sampai stres atau terganggu, karna bisa berakibat pada kegagalan telur karena telur bisa rontok atau dilepaskan/dibuang oleh indukan betina.
β€ŒPada minggu ketiga warna telur akan berubah menjadi orange, pada fase ini indukan betina dapat dikarantina dalam media, yang telah dibuat khusus untuk tempat karantina indukan lobster betina yang sedang gendong telur.
β€ŒSebaiknya media karantina ditempatkan dalam kolam pemijahan untuk menghindari stress pada indukan lobster betina yang sementara proses gendong telur terhadap kualitas air yang baru. jika, indukan lobster betina dipindahkan/ditempatkan di kolam yang lain.
β€ŒSaat pengeraman (inkubasi) telur lobster membutuhkan oksigen yang relatif tinggi. Untuk meningkatkan kadar oksigen kaki - kaki renang Indukan lobster betina beraktifitas atau bergerak cukup sering. Ini terjadi saat pembelahan inti sel (mitosis) hingga terbentuknya zigot dalam telur sampai menjadi calon benur.
pertengahan minggu keempat telur akan muncul atau tampak bintik - bintik hitam yaitu mata dari calon benur lobster dan kaki - kaki dari calon benur lobster.
pertengahan minggu kelima memindahkan indukan lobster ke kolam penetasan yang telah disiapkan sebelumnya. usahakan air yang digunakan dalam kolam penetasan sebagian besar dari kolam pemijahan sebelumnya dan tambahkan air baru. misal, ketinggan air kolam penetasan 12 Cm. 8 Cm dari air kolam pemijahan sebelumnya dan 4 Cm air baru. jangan lupa, dibuatkan tempat sembunyi ( selter) dari pipa yang berisi sedotan yang akan ditempati oleh benur - benur yang akan menetas.
Pada fase ini, seluruh bagian tubuh calon benur sudah terbentuk sempurna dan akan segera menetas.
β€ŒSebagian besar benur yang baru menetas masih menempel dan berkeliaran disekitar tubuh induknya untuk mendapatkan nutrisi dari induknya selama 2 - 3 hari. selanjutnya benur - benur tersebut akan berpisah dari induknya secara bertahap dan mencari makanannya sendiri di dalam kolam.
Bila dalam 5 hari masih ada benur yang menempel di perut induknya, sebaiknya dilepaskan dengan cara menggoyang - goyangkan tubuh indukan di dalam air secara perlahan.
β€Œ
β€Œ
 β€Œ      https://www.facebook.com/share/r/HKJoEwFwi38P7Zv6/?mibextid=D5vuiz
β€Œ
β€Œ
β€Œ
        https://www.facebook.com/share/r/Q4RWLycSPt8yTtF7/?mibextid=D5vuizβ€Œ
β€Œ
β€Œ

β€ŒPembesaran lobster air tawar
β€Œ
β€ŒAnakan atau bibit lobster air tawar yang telah berukuran 1” sebaiknya dipindahkan ke media atau kolam yang lebih luas, agar pertumbuhannya dapat lebih maksimal dan sesuai dengan apa yang kita anggap. Beberapa hal yang dapat mempengaruhi proses tumbuh kembang anakan lobster air tawar,
β€Œantara lain :
β€Œ β€Œ
β€Œluas media ( kolam) Pembesaran
β€Œ-  jumlah kepadatan anakan lobster air tawar tiap kolam

β€Œ-  selter ( tempat sembunyi)

- Terpenuhinya jumlah protein dalam pemberian pakan 
β€Œ- kualitas sumber air yang baik 

β€Œ- ketinggian air kolam
- ketersediaan oksigen terlarut dalam Kolam 
β€Œ- aerasi ( sirkulasi air) yang baik dalam kolam pemeliharaan
β€Œ
β€Œ
     https://www.facebook.com/share/r/9jhvCLQP6dvL1ZLZ/?mibextid=D5vuizβ€Œ


β€ŒPembesaran/pemeliharaan anakan lobster air tawar yang kita lakukan, supaya nantinya para budidaya mendapatkan hasil produksi yang baik dan proses pemeliharaannya tidak terlalu sulit. 
Luas media ( kolam) tergantung dari ketersediaan lahan yang kita punyai untuk pembesaran anakan lobster air tawar. semakin luas lahan yang digunakan akan semakin baik bagi pertumbuhan anakan lobster. Untuk standar ukuran normal Kepadatan atau jumlah anakan yang terdapat pada suatu kolam pemeliharaan tergantung dari ukuran anakan yang akan kita tebar, Contohnya :

β€Œ
β€Œ- anakan1” (1Γ—1 M2) = 100 ekor
β€Œβ€Œ- anakan 2” ( 1Γ—1 M2) = 60 ekor
β€Œ- anakan 3” ( 1Γ—1 M2) = 30 ekor
β€Œ  β€Œ β€Œ β€Œ
β€ŒJumlah  selter ( tempat sembunyi) dalam kolam pemeliharaan harus melebihi jumlah anakan yang ditebar agar kanibalisme antar anakan lobster dapat diminimalkan. Pemberian pakan buatan pabrik ( pelet) ataupun pakan hewani yang di olah  sendiri bagi anakan lobster yang baik mengandung protein sebanyak 35 - 42 persen untuk kebutuhan makan mereka dalam proses pertumbuhannya. Pakan buatan ( pelet) yang akan kita beli sebaiknya di cek berapa jumlah kandungan protein yang tertera pada kemasan pakan, karena banyak beredar ( dijual) pakan buatan yang tidak Diketahui jumlah kandungan nutrisi yang terkandung dalam pakan buatan tersebut.
β€Œpakan hewani seperti cacing sutra, ikan - ikan kecil, keong sawah, daging, dan pakan pelet. Pakan nabati yang 
berupa sayuran, umbi - umbian dan biji - Biji pula dapat diberikan sebagai pakan selingan bagi anakan lobster.

Pemberian pakan bagi anakan lobster sebaiknya dilakukan bertahap sedikit demi sedikit.
Lobster mencerna pakan selama 2 - 3 jam. setelah itu, lobster akan merasa lapar kembali.
β€Œ
β€Œ
      https://www.facebook.com/share/r/5477fMaFJSouihB8/?mibextid=D5vuizβ€Œ
β€Œ
β€Œ
Untuk menjaga kualitas Air kolam pemeliharaan anakan lobster harus dilakukan proses pergantian air kolam secara Rutin.
Hal ini dikarenakan anakan lobster sangat peka terhadap kondisi kualitas air yang kurang baik.
Kualitas air kolam yang baik dan bersih dapat merangsang anakan lobster untuk molting ( ganti kulit).
Proses pergantian air kolam pemeliharaan anakan sebaiknya dilakukan setiap 2 minggu sekali.
air kolam pembesaran anakan yang diganti cukup setengah atau sekitar 4 - 6 cm dari ketinggian air kolam. kemudian, tambahkan air baru sesuai dengan ukuran air lama yang kita buang/dikuras.
Pembesaran anakan lobster air tawar dapat dilakukan di kolam yg terletak dalam ruangan ( indoor) atau kolam yang berada di luar ruangan ( outdoor).
Ketinggian air dalam kolam indoor ataupun kolam outdoor yang tanpa pelindung cahaya matahari tidaklah sama.
Untuk batas ketinggian air kolam anakan pembesaran kolam indoor 1” - 3” setinggi 6 - 12 cm, kolam outdoor setinggi 15 - 20 cm. Jika,cahaya matahari langsung mengenai kolam pembesaran.
Apabila kolam outdoor terkena cahaya matahari langsung selama 12 jam dan terkena air hujan sebaiknya dibuatkan atap pelindung seperti jaring paranet, atap seng dll.
Bila tidak menggunakan atap pelindung, kolam pembesaran dapat diberikan tanaman air seperti eceng gondok atau ganggang yg dapat menghalangi sinar matahari langsung ke kolam pembesaran anakan.
Saat musim penghujan, jika air hujan masuk kedalam kolam pembesaran anakan sebaiknya air kolam diganti karena PH air kolam dapat berubah atau turun yang dapat berpotensi membuat anakan lobster jadi stress.
Pada kawasan yang bersuhu 25 - 29Β°C , anakan lobster dapat berkembang dengan baik dan sehat.
Pertumbuhan anakan lobster ukuran 1 - 3 inci biasanya dapat berlangsung sekitar 3 - 4 bulan, lalu dari 3 inci sampai pembesaran untuk ukuran konsumsi diperlukan waktu 4 sampai 5 bulan, lamanya waktu pembesaran anakan lobster dapat dipercepat tergantung dari luas dan kepadatan kolam, sumber pakan, kualitas air dan aerasi kolam pembesaran anakan.
Selama proses pembesaran anakan lobster air tawar, gunakan air media ( kolam) yang mengalir pelan gemericik dan gunakan arus yang tidak terlalu deras agar suplai oksigen tercukupi dalam kolam pembesaran.
β€Œ
β€Œ
      https://www.facebook.com/share/r/NzfHUCjqzyJCaNzh/?mibextid=D5vuizβ€Œ



β€ŒPengendalian Hama dan Penyakit

Dalam proses Budidaya lobster air tawar, Hama yang sering mengganggu adalah kucing, burung, katak dan tikus.
Karena itu, pastikan agar media atau kolam terbebas dari jangkauan atau gangguan dari hewan - hewan tersebut.

β€ŒPenyakit lobster air tawar

Lobster air tawar cukup tahan dengan penyakit. namun, bukan berarti lobster tidak akan terserang penyakit.
penyakit yang selama ini menyerang lobster air tawar disebabkan oleh protozoa, jamur, bakteri atau virus.
Penyakit pada lobster air tawar pada umumnya adalah cacing jangkar, jamur Saprolegnia dan Achyla, serta Parasit argulus foliceus dan lumut.
Penyakit yang menyerang lobster dapat disebabkan oleh pemberian pakan yg berlebihan atau tidak bersih. Misalnya, pakan cacing yang tidak dicuci bersih dan langsung diberikan pada lobster. cacing tersebut dapat saja mengandung bibit penyakit.
kualitas air kolam yang tidak layak atau kotor.
Pergantian air kolam yang tidak teratur sehingga air kolam dapat berbau, berbusa dan tampak berminyak.
sisa - sisa pakan yang tidak habis bercampur dengan kotoran lobster yang mengendap di dasar kolam yang menyebabkan zat amoniak dalam air kolam terbilang tinggi, menjadi tempat berkembangnya jamur bakteri ataupun parasit dalam kolam yang tidak rutin dilakukan pembersihan.
Penyakit yang menyerang lobster dapat menular ke lobster lainnya yang berada di satu kolam. sehingga, dapat menyebabkan kematian dalam kolam lobster.
Salah satu ciri lobster air tawar terkena penyakit. Yaitu, pada ekor lobster tampak memerah dan seperti melepuh.
Bila lobster terserang penyakit tersebut, lobster akan terlihat lemas dan kurang nafsu makan. pergerakannya lambat dan sering berdiam diri ( tidak aktif) dalam kolam, bila hal ini terjadi dapat mengakibatkan kematian pada lobster yang sakit.

β€ŒBerbagai jenis penyakit yang menyerang lobster air tawar dapat menyebabkan kematian pada lobster tersebut. oleh karenanya, Prinsip β€œLebih baik mencegah daripada Mengobati β€œharus selalu dijunjung tinggi, agar resiko kematian selama pemeliharaan dan operasional produksi lobster air tawar dapat diminimalisir.
β€ŒPenyakit yang dapat menyerang pada lobster air tawar, seperti :

A. Cacing jangkar

Cacing lernea cyprinacea dan lernea carisii dapat menembus jaringan tubuh lobster air tawar dengan kaitnya yang menyerupai jangkar.
Bagian insang pada lobster air tawar yang terjangkit tampak dihuni cacing dan terdapat cairan atau lendir yang memanjang.
Akibatnya lobster air tawar kekurangan darah, kehilangan bobot tubuh dan kemudian lobster air tawar mengalami kematian.
Cacing jangkar dapat diatasi dengan merendam lobster air tawar yang terinfeksi kedalam larutan garam selama 10 - 20 menit.

B. Saprolegnia dan achyla

Kedua patogen ini menyerang jaringan luar lobster air tawar yang luka dan menyerang telurnya. patogen ini dapat menghambat pernapasan lobster air tawar sehingga telur akan mati dan tidak menetas.
Tanda atau ciri - ciri lobster air tawar terserang penyakit adalah pada tubuh lobster air tawar ditumbuhi sekumpulan benang halus seperti kapas.
Cendawan ini menyebabkan nafsu makan lobster air tawar menurun dan akhirnya mati.
Cara mengatasinya yaitu, mengolesi lobster menggunakan kalium permanganat 10 ppm dan merendam lobster air tawar dengan kalium permanganat.

C. Argulus foliaceus

Serangan predator Argulus pada lobster air tawar ditandai dengan adanya bintik merah pada tubuh lobster air tawar.
Racun argulus ini menyebabkan kematian pada lobster air tawar akibat anemia dan kehilangan banyak darah.
Racun yang melukai kulit lobster air tawar dapat mengandung infeksi saprolegnia yang semakin menambah penderitaan lobster air tawar.
Penyakit ini bisa diatasi dengan merendam lobster air tawar dalam 1 mililiter lyson yang dilarutkan kedalam 5 liter air selama 20 - 60 detik.
Setelah itu rendam lobster air tawar kedalam sodium permanganat sebanyak 1 gram yang dilarutkan dalam 100 liter air selama 1.5 jam.
Pemberian Neguvon, Masoten, dan Lindane dilakukan jika serangan telah mencapai stadium puncak karena ketiganya bersifat racun yang justru bisa membahayakan lobster air tawar.

D. Lumut

Lobster air tawar yang bagian tubuhnya ditumbuh lumut yang disebabkan oleh jamur yang berkembang biak pada sisa - sisa pakan yang banyak terdapat didasar kolam yang tidak dibersihkan dan kualitas air yang kotor dan tidak sehat yang jarang dilakukan pergantian air.
Pengobatan yang dapat dilakukan dengan bahan alami yaitu dengan menggunakan daun ketapang kering yang ditebar dalam kolam sebanyak 7 - 10 lembar.
Selain daun ketapang dapat juga digunakan batang pisang dengan cara dipotong - potong kecil kemudian ditebar dalam kolam.
Tetapi, yang paling bagus digunakan adalah daun mana karena daun mana tersebut mengandung Antiseptik.
Untuk pencegahan perbanyakan lumut dalam kolam dapat dilakukan pengontrolan kualitas air dan dilakukan penyiponan sisa pakan atau kotoran lobster air tawar yang berada di dasar kolam.

E. Ekor melepuh

Penyakit ekor melepuh yang terdapat pada lobster air tawar disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila, yang masuk melalui ekor lobster air tawar yang sering menyentuh atau bersentuhan dengan dasar kolam.
Bakteri ini menembus sistem kekebalan tubuh lobster air tawar dan membuat darah keluar dari pori - pori. akibatnya ekor lobster air tawar dipenuhi bisul yang berisi nanah.
Bakteri Aeromonas muncul setiap saat jika kondisi lingkungan jelek, misalnya sisa pakan yang menumpuk di dasar kolam yang menyebabkan kadar Amonia yang meningkat dalam kolam, kondisi ini sangat disukai oleh bakteri Aeromonas untuk berkembang biak.
Ekor pada lobster air tawar merupakan bagian yang paling sensitif, sangat berbahaya jika ada penyakit ekor melepuh pada lobster air tawar.
Jika tidak segera diobati kan menyebabkan kematian massal pada kolam lobster air tawar.
Penyakit ekor melepuh yang menyerang dan menginfeksi lobster air tawar, dapat di obati dengan cara mengkarantina lobster yang terserang penyakit ini dalam larutan Oxytetracyclin dengan dosis 10 Mg perliter selama seminggu atau dengan cara lain yakni merendam lobster air tawar dalam desifektan larutan 2QJng.PK dalam 1 liter air selama 30 - 60 menit.
Cara lain yang dapat dilakukan yaitu dengan cara memotong ekor lobster air tawar yang melepuh dan mengolesinya dengan obat Antiseptik kemudian dikarantina dalam akuarium atau media karantina yang lain berisi larutan Methylen blue 5 tetes kedalam 1 liter air.
β€Œ
Beberapa hal yang bisa pembudidaya dapat lakukan untuk menghindari  penyebaran penyakit terhadap lobster air tawar, adalah :

1. Mengisolasi lobster air tawar yang dicurigai terserang hama penyakit.

2. Mengosongkan media kolam yang terdapat lobster air tawar yang terserang penyakit dan lakukan tindakan sterilisasi terhadap berbagai macam sarana produksi yang pernah digunakan.

3. Sebelum air kolam dikuras habis atau dikosongkan. ambillah beberapa liter air untuk dijadikan sample uji kualitas air,
Agar dapat diketahui jenis parameter kimia air yang menjadi penyebab kematian lobster air tawar dan bagaimana mengatasinya.

4. Untuk lobster air tawar yang mati dalam keadaan segar, segera bawa ke laboratorium kesehatan ikan untuk di analisa apa yang menjadi penyebab kematiannya dan bagaimana mengatasinya.

5. Jangan membuang bangkai lobster air tawar yang sakit ke lingkungan kolam. musnahkan dengan cara dibakar.
β€Œ

Adapun Beberapa hal yang bisa diterapkan sebagai bentuk pencegahan terhadap serangan penyakit lobster air tawar, adalah :

1. Sterilisasi kolam

Sterilisasi kolam atau media kolam yang digunakan dan semua peralatan kerja.
Proses sterilisasi dapat dilakukan setelah masa panen terjadi atau sewaktu dilakukan penyortiran lobster.
Sebelum masa produksi dan ketika ditengarai kolam atau media lain dan perlengkapan kerjanya ditengarai pernah digunakan untuk menangani lobster air tawar yang terserang penyakit.

2. Kolam karantina

Jika pembudidaya lobster air tawar sering menerima lobster air tawar dari daerah lain yang tidak diketahui sejarah kesehatannya.
Ada baiknya, pembudidaya lobster air tawar menyediakan kolam karantina yang berfungsi untuk mencegah terjadinya penularan penyakit dari lobster air tawar pendatang ke lobster air tawar asli yang kita budidaya.

3. Menerapkan sistem filterisasi

Memasang saringan ( berlubang halus) saringan ini dapat berfungsi untuk mencegah masuknya mahluk air lain kedalam kolam atau media kolam yang digunakan untuk pemeliharaan lobster air tawar jika, menggunakan sistem air mengalir.
Membuatkan saringan ( chamber) sirkulasi air berputar dalam kolam lobster air tawar yang berfungsi untuk meyaring kotoran dari kolam lobster air tawar dan membuat kualitas air menjadi jernih dan sehat.
β€Œ
β€Œ
     https://www.facebook.com/share/r/Uah837mkFwEAs3GU/?mibextid=D5vuizβ€Œ
β€Œ

Penutup
β€Œ
Budidaya lobster air tawar yang belum banyak diketahui oleh masyarakat kita, sebetulnya bisa mendatangkan keuntungan ataupun penghasilan yang cukup menggiurkan.
Beberapa daerah atau provinsi yang terdapat di indonesia yang telah berhasil mengembangbiakkan lobster air tawar ataupun membudidayakannya.
Lobster air tawar merupakan salah satu komoditi perikanan yang memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi terutama protein, mempunyai karakter tidak mudah stress dan tidak mudah terserang penyakit. Asalkan teknik pembenihan, kebutuhan pakan, dan kualitas air terpenuhi maka lobster dapat tumbuh dan berkembang cepat, serta memiliki daya bertelur yang tinggi.
Lobster air tawar red claw ( Cherax quadricarinatus) merupakan salah satu
komoditas ekspor penting Indonesia. Di pasar ekspor, lobster air tawar dihargai
tidak pemah kurang dari Rp. 150.000 per kg untuk size 10βˆ’12 ekor. Kebutuhan
lobster air tawar untuk memenuhi pasar Jakarta mencapai 2βˆ’3 ton per bulan.
sedangkan untuk nasional diperkirakan jumlah kebutuhan lobster air tawar antara
6 - 8 ton per bulan dengan restoran sebagai penyerap utamanya.
β€Œβ€ŒPropinsi sulawesi selatan menempati urutan ke - 6 penghasil lobster air tawar indonesia dari beberapa provinsi dan wilayah lainnya yang terdapat penyebaran lobster air tawar.
Propinsi lain yang memproduksi lobster air tawar jenis Redclaw dalam pertahun bisa disimak berikut ini :

1. Kalimantan Timur : 352 Ton
2. Sumatera Barat : 302,05 Ton
3. Sumatera Utara : 178,71 Ton
4. Sulawesi Tenggara : 32,93 Ton
5. Jawa Tengah : 31,73 Ton
6. Sulawesi Selatan : 23,90 Ton

Propinsi kalimantan timur yang wilayahnya merupakan penghasil lobster air tawar terbesar di indonesia.
Lobster air tawar di propinsi Kalimantan timur, tercatat mencapai ratusan ton dalam setahun.
Jumlah produksi lobster air tawar yang melimpah di propinsi Kalimantan timur ini, diketahui dari data kementerian kelautan dan perikanan ( KKP).
Secara keseluruhan produksi lobster air tawar di 6 propinsi ini dan wilayah tebaran  lainnya yang ada di indonesia, adalah sebesar 975,66 Ton.
β€Œ( Sumber data KKP tahun 2023)
β€Œ
β€Œ
 β€Œ   https://www.facebook.com/share/r/DyPPM2KfxQEkgFje/?mibextid=D5vuiz
β€Œ
β€Œ
    https://www.facebook.com/share/r/S3o92osHvQKESgmD/?mibextid=D5vuizβ€Œ
β€Œ
β€Œ
    https://www.facebook.com/share/r/eBfasMwbrQGSBKQn/?mibextid=D5vuiz β€Œ
β€Œ
β€Œ



  • Treatmen Kolam Semen / Beton
    Treatmen kolam Semen ( Beton) untk indukan lobster

    ● media kolam yg akan digunakan untk budidaya baik lama ( bekas pakai) atau yg baru haruslah dilakukan treatmen
    ● media kolam di isikan air dari sumber air tanah ( sumur buatan), sumur bor ataupun dari air sungai yang tdak terkontaminasi oleh limbah industri atau limbah rumah tangga.
    ● air di endapkan dalam media/kolam selama kuranglebih 5 - 7 hari dan sertakan pula dalam kolam batang pisang / daun pisang hijau yg agak tua ( direndam).
    ● Tinggi air maksimal 25 cm dalam kolam.
    ● setelah 5 - 7 hari air di endapkan dalam kolam, lalu dikuras habis airnya
    ● sewaktu pengurasan air bersihkan bagian sisi dalam kolam, tidak perlu disikat lalu dibilas
    ● isi kembali media kolam dgn air baru setinggi 12 cm.
    ● taburkan garam halus dalam kolam sesuai ukuran kolam
    Takaran : 1 sendok teh untk ukuran 1x 1 Mtrpersegi
    ● buatkan selter/tempat sembunyi untk indukan lobster sesuai ukuran indukan, jumlah lubang selter harus lebih bnyak dari jumlah lobster.
    ● bersihkan selter dan rendam dalam kolam, usahakan selter tersusun rapih dan tdk berantakan bila perlu gunakan lem korea sebagai perekat antar selter.
    ● penataan selter bisa berbentuk β€œL β€œatau bentuk β€œU β€œdalam kolam.
    ● bila posisi kolam terkena sinar matahari langsung selama 5 - 7 jam dapat mempengaruhi PH air kolam. usahakan di buatkan atap, bisa juga memakai jaring/ paranet atau tanaman air, seperti Apu - apu, eceng gondok, ganggang air, dll
    ● air hujan berpotensi menurunkan derajat keasaman air ( PH), yang dapat menyebabkan lobster stress dan lemas.
    ● siapkan perlengkapan/peralatan untuk sirkulasi air kolam dgn menggunakan filterisasi yang baik.
    ● operasikan sistem aerasi ( sirkulasi) kolam Sehari sebelum ditebar lobster, agar oksigen terlarut dalam air tercukupi dalam fase adaptasi indukan lobster dgn habitat barunya
    ● lobster yg akan ditebar dalam kolam harus di treatmen terlebih dahulu agar lobster tdak stress dan cepat beradaptasi dgn lingkungannya yg baru.
  • Treatmen kolam
    Treatmen Media Kolam Terpal Untuk Indukan Lobster

    ● media kolam yg akan digunakan (Baru) haruslah dilakukan treatmen
    ● media kolam di isikan air dari sumber air sumur,sumur bor ataupun dari sungai
    ● air di endapkan dalam media/kolam selama kuranglebih 1 - 2 hari dan rendam pula daun pepaya yg agak tua dalam media
    ● Tinggi air maximal 15 cm dalam media
    ● setelah 1 - 2 hari air di endapkan lalu dikuras habis airnya ,gosok dan bersihkan media dgn daun pepaya dan garam dapur kasar 1 genggam
    ● garam kasar dibalut/dibungkus dgn daun pepaya untk digunakan sebagai alat penggosok media/kolam terpal
    ● gosok bagian pinggir kiri dan kanan serta bagian dasar kolam agar zat kimia pada media terpal ( baru) dapat hilang
    ● setelah di gosok merata,bilas dan bersihkan media kolam
    ● isi media kolam dgn air baru setinggi 10 cm ( indoor) 12 cm ( outdoor)
    ● buatkan selter/tempat sembunyi untk indukan lobster sesuai ukuran indukan ,jumlah lubang selter harus lebih bnyak dari jumlah lobster
    1 lobster : 2 lubang
    ● jalankan sistem aerasi ( sirkulasi) kolam
    Sehari sebelum ditebar lobster,agar oksigen dalam air tercukupi dalam fase adaptasi indukan lobster dgn habitat barunya
    ● lobster yg akan ditebar dlam kolam harus di treatmen terlebih dahulu agar lobster tdak stress dan cpat beradaptasi dgn lingkungannya yg baru,karena sewaktu proses pengiriman mereka tidur ( tdak aktif)
  • Proses adaptasi
    Penambahan Air Baru Di Kolam Indukan Lobster

    ● ketinggian air kolam pada saat awal penebaran lobster 10 cm untuk proses adaptasi lobster
    ● penambahan air baru untuk kolam lobster setelah 5 hari sesudah penebaran, fungsinya untuk percepatan adaptasi lobster terhadap air kolam yang ditempatinya
    ● penambahan air dilakukan sore hari diatas jam 17 : 00 atau malam hari agar lobster tidak gampang stress
    ● tambahkan air baru ke dalam kolam lobster sampai ketinggian air kolam lobsternya mencapai 15 cm
    ● setelah penambahan air baru pertama dikolam lobster, 5 hari kemudian tambahkan air baru yang kedua kedalam kolam lobsternya
    ● tambahkan air baru kedalam kolam lobster sampai ketinggian 20 cm, fungsinya untuk proses pemijahan atau kawin lobster
    ● berikan pakan tinggi protein atau pakan hewani, seperti : cacing tanah, keong sawah, ikan dan daging
    fungsinya dapat mempercepat proses kawin indukan lobster
    ● pemberian pakan kecambah atau toge minimal 3 - 4 kali dalam seminggu yang berguna untuk merangsang hormon indukan lobster betina menghasilkan telur
    ● pemberian pakan bisa bergantian.
    misal, pagi hari di berikan pakan toge sore harinya diberikan pakan ikan kecil
    ● pemberian pakan hewani diutamakan pada sore atau malam hari saat lobster aktif
    ● pemberian pakan yang rutin dan baik dapat membuat indukan lobster betina menghasilkan telur dalam jumlah yang banyak dan sehat
    ● satu minggu setelah penambahan air baru yang kedua, harus dilakukan pembersihan kolam
    ● bersihkan saringan/filter kolam dan mesin pompa celup dari kotoran yang berasal dari dalam kolam
    ● buang atau kuras air kolam lobster sebanyak 7 - 10 cm, lalu tambahkan air baru sampai ketinggian air kolam mencapai 20 cm
    ● ketinggian normal/standar untuk kolam pemijahan/kawin lobster di ketinggian 20 cm
    ● pergantian air berikutnya setiap 2 minggu sekali, sekaligus menyortir dan mengkarantina indukan betina yang telah gendong telur
    ● setiap pergantian air kolam indukan lobster selalu dilakukan pembersihan saringan kolam dan mesin pompa celup agar berfungsi normal untuk sirkulasi kolam
    ● pembersihan dan pergantian Air kolam lobster berguna untuk merangsang dan mempercepat perubahan warna telur indukan betina lobster serta telur lobster tetap sehat.
  • Treatmen penebaran indukan
    Cara dan perlakuan bagi lobster sebelum di tebar di kolam.

    ● siapkan wadah/baskom yg bersih dan kering
    ● keluarkan lobster dari box paket satu persatu dan turunkan ke dalam wadah/baskom
    ● biarkan selama 10 - 15 menit dalam wadah/baskom hingga lobster mulai bergerak/berjalan
    ● cipratkan air kolam yg akan ditempati lobster sedikit demi sedikit ke tubuh lobsternya selama 2βˆ’3 menit
    ● biarkan lobster dalam wadah/baskom selama 5 - 10 menit agar dapat menyesuaikan(adaptasi suhu/ph) tubuhnya dengan air kolam yg baru
    ● tuangkan air ke dalam wadah/baskom dari kolam yang akan di tempati lobster sampai pertengahan tubuh lobster
    ● Diamkan selama 15 - 20 menit lamanya di dalam wadah/baskom agar lobster cepat adaptasi terhadap air yang baru gunanya agar lobster tdak stress dan tidak mati
    ● ambil dan letakkan wadah yg bisa terapung di dalam kolam dan tambahkan air kolam kedalam wadah tersebut ( jgn sampai tenggelam)
    ● Angkat satu persatu lobster dan letakkan di atas wadah tersebut
    ● Biarkan lobster turun sendiri ke dalam kolam.jika wadah/baskom tidak bisa di panjat lobster miringkan wadah/baskom agar lobster dapat turun sendiri ke dalam kolam
    ● jika lobster ada yang tidak turun ke dalam kolam selama 5 menit.turunkan saja ke dalam kolam
    ● proses adaptasi lobster dengan suhu air kolam baru lamanya sekitar 1- 2 minggu
    ● jika lobster telah moulting(ganti cangkang/kulit)
    Berarti proses adaptasi lobster dengan air kolam yg baru telah berhasil.
  • treatmen mempercepat kawin lobster
    ● Usahakan lobster didalam kolam jangan terlalu sering di awasi/lihat
    ● pakan yang bagus yaitu cacing tanah, keong sawah,ikan2 kecil,pelet dan toge
    ● Pakan di ganti setiap pagi dan sore hari
    Contoh : pagi keong sawah sore toge esok pagi pelet dst...
    ● usahakan jumlah selter/pipa melebihi jumlah lobster 1: 3
    1 lobster 3 pipa
    ● usahakan area pemijahan jgn terlalu luas maksimal 10 indukan ukuran 4 inci (6 betina + 4 jantan) 8 indukan ( 5 betina + 3 jantan) ukuran 5 - 6 inci dalam kolam ukuran 1m x 1m x 0.5 m
    ● sortir indukan bertelur setelah 4 - 5 minggu dari waktu penebaran pertama
    ● selalu perhatikan saringan/filter kolam kalau kotor di bersihkan
    Dan kalau cuma memakai aerator usahakan pakan yg tdak habis di ambil dari kolam pake serokan apabila hendak memberi pakan yg baru
    ● ganti air setiap 2 minggu dan taburkan garam dapur halus kedalam kolam sebanyak 1 sendok teh (kecil)
    ● air kolam diganti setengah saja dari tinggi air kolam.
    Contoh : tinggi air kolam 20 cm,buang/kuras 10 cm dan sisakan 10 cm dalam kolam dan tambahkan air baru yg sudah di endapkan 1 malam sebnyak 10 cm
    ● karantina indukan yg usia telurnya masuk 3 minggu dimedia yg tlah di sediakan dan karantina di dalam kolam pemijahan sampai usia telur 5 minggu
    ● pindahkan indukan ke tempat kolam penetasan/turun gendong di pertengahan antara minggu ke 5 sampai minggu ke 6
    ● usahakan burayak turun dgn sendirinya tdak usah di lakukan penurunan burayak dgn dipaksa yg dapat menyebabkan burayak mati
  • Cara Sortir Indukan Betina Bertelur & Karantina
    ● Awal sortir kolam pemijahan indukan bertelur 4 - 5 minggu setelah penebaran indukan baru
    ● Angkat seluruh selter ( tempat sembunyi) dari kolam dan perhatikan indukan - indukan betina
    ● ciri dari indukan betina yang bertelur adalah ekornya melipat kedalam, gunanya untk memegang atau melindungi telurnya
    ● usahakan indukan yang baru bertelur jangan diganggu atau diangkat dari dalam kolam,karna dapat menyebkan telurnya terbuang atau Rontok
    ● Pembersihan kolam dan saringan/filter pompa
    ● Pergantian air setengah dari tinggi air kolam
    Contoh : ketinggian air 20 cm.kuras dan buang 10 cm dan tambahkan air baru 10 cm
    ● Indukan yang bertelur yang baik/bagus di karantina adalah usia telur 3 mingguan krna sudah cukup kuat di gendongan lobster
    ● Karantina indukan yg bertelur bisa di kolam pemijahan ataupun kolam yg telah di persiapkan
    ● karantina indukan dapat menggunakan ember kecil.pot bunga sedang,ember bekas cat yg kecil atau media lainnya
    ● usahakan media karantina agak sedikit luas/lebar agar indukan yg bertelur tdak stress yg dapat mengakibatkan gagal dalam menetaskan burayak
    ● oksigen yg terlarut dalam air harus tercukupi agar dalam masa karantina,telur dan indukan tetap sehat
    ● Pakan yg di berikan jgn terlalu bnyak krna dlam masa karantina gendong telur nafsu makan indukan berkurang
    ● pakan di berikan 1 hari 1 kali saja dan sedikit saja
    Contoh : pakan pelet cukup sekitar 3 - 4 butir
    ● usahakan jgn diganggu indukan bertelur yg di karantina selama 2 - 3 minggu
    ● buatkan lobang di atas media karantina yg digunakan fungsinya untuk pemberian pakan
    ● setelah 2 - 3 minggu pindahkan indukan ke kolam penetasan
    ● Jagan lupa buatkan pula lubang2 kecil di samping atau di bawah media karantina yg gunanya agar burayak turun sendiri kedasar kolam
    ● 5 - 6 minggu lamanya indukan gendong telur sampai turun gendong/burayak turun ke kolam
    ● Setelah burayak turun semua karantina kembali indukan selama 4 - 5 hari di media karantina dan berikan pakan yg tinggi protein
    ● setelah lewat 4βˆ’5 hari indukan di karantina lalu dipindahkan kembali ke kolam pemijahan
    ● setelah molting/ganti kulit indukan akan segera bertelur kembali
    ● setelah sortir perdana/pertama selanjutnya kolam pemijahan dapat di Sortir setiap 1 bulan sekali

  • Kepadatan lobster dalam media / kolam
    ● 1- 2 inci (0.5 gram) = 100 ekor/M2
    ● 2 - 3 inci (5 - 15 gram) = 50 ekor/M2
    ● 3 - 4 inci (15 - 30 gram) = 30 ekor/M2
    ● 4 - 5 inci (30 - 50 gram) = 20 ekor/M2
    ● 5 - 6 inci (50 -100 gram) = 10 ekor/M2
  • Media pemeliharaan & pakan yang baik bagi burayak
    ● usahakan media kolam jgn sampai terkena cahaya matahari langsung dan air hujan
    ● sebaiknya kolam untuk burayak di letakkan dalam ruangan dan tinggi air 7 - 10 cm
    ● buatkan selter/tempat sembunyi menggunakan sedotan yg panjangnya 4 cm dgn media pipa paralon 1- 2 inci
    ● pemberian pakan pada burayak sebaiknya 3 hari sesudah turun gendong
    ● pemberian pakan yg bagus yaitu tumbuhan/tanaman air seperti hidrilla atau ganggang sampai usia burayak 3 minggu
    ● apabila tdk ada tanaman air pakan yg di berikan bisa tahu putih yg di iris kecil2 atau pelet yg berbentuk tepung
    ● pemberian pakan jgn terlalu bnyak krna dapat menyebabkan sisa2 pakan yg tdk habis di makan oleh burayak dpt berubah jdi Racun amoniak yg menyebabkan burayak mati
    ● buatkan filter/saringan dgn media yg kecil seperti bekas botol minuman mineral setinggi 7 cm dan lubangi bagian pinggir bawah dgn memakai peniti/jarum setinggi 2 - 3 cm
    ● filter/saringan berisi karang jahe yg fungsinya untuk menyerap/mengurai Racun Amoniak
    ● media filter tersebut hanya memakai bantuan aerator sebagai sistem sirkulasinya
    ● bila tdak mempergunakan filter/saringan usahakan sisa endapan pakan atau kotoran yg ada di dasar kolam di sedot atau di sifon agar tdk menjadi amoniak
    ● jgn terlalu sering mengganti air kolam burayak yg dpat mengakibatkan gagal moulting dan mati
    ● pergantian air bisa dilakukan sebulan sekali tetapi apabila air kolam berbau dan kotor ganti dgn air baru sekitar 1/2 tinggi air kolam
    ● penggantian air kolam burayak lebih baik di lakukan pada saat pagi hari ( dibawah jam 8) atau sore hari ( di atas jam 5) untk menghindari kematian burayak.


    https://www.facebook.com/share/r/gtN1dQe4xPXBFpPu/?mibextid=D5vuiz


    https://www.facebook.com/share/r/NK3uzQLH1m6nhxF4/?mibextid=D5vuiz


    https://www.facebook.com/share/r/vtvndZkQedt7k5MY/?mibextid=D5vuiz